Prediksi Bear Market 35–45 % : 7 Peringatan Mengejutkan Ted Oakley yang Perlu Diperhatikan
- account_circle Ted Oakley
- calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

prediksi bear market 35–45
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Apakah prediksi bear market 35–45 % Ted Oakley merupakan peringatan serius bagi investor sebelum pasar saham Amerika memasuki fase penurunan besar?
Jawaban Cepat
Menurut Ted Oakley, Founder dan Managing Partner Oxbow Advisors, pasar saham AS telah memasuki fase “euforia” setelah periode kenaikan panjang. Ia memperkirakan dalam sekitar 15–18 bulan dapat muncul tekanan yang lebih serius, bahkan bear market generasional dengan potensi penurunan ekuitas sekitar 35–45%. Prediksi bear market 35–45% tersebut bukan ajakan untuk panik, melainkan peringatan agar investor memperhatikan valuasi, menjaga likuiditas, dan melakukan diversifikasi.
Pasar yang terus mencetak rekor dapat membuat investor merasa bahwa kenaikan akan berlangsung selamanya. Strategi membeli ketika harga turun pun menjadi kebiasaan karena dalam beberapa tahun terakhir koreksi besar sering diikuti pemulihan.
Namun, menurut Ted Oakley, justru ketika optimisme mencapai tingkat ekstrem, investor perlu kembali bertanya: apakah harga yang dibayar masih masuk akal?
Dalam wawancara The Real Story bersama Michelle Makori pada 20 Agustus 2026, Oakley menyampaikan kekhawatiran terhadap valuasi saham AS, ledakan investasi AI dan pusat data, konsentrasi pasar, utang Amerika Serikat, serta risiko inflasi berkepanjangan.
Oakley merupakan CFA dan certified financial planner dengan pengalaman lebih dari empat dekade. Ia adalah Founder dan Managing Partner Oxbow Advisors, perusahaan penasihat investasi berbasis di Austin yang dalam wawancara tersebut disebut mengelola sekitar US$3,2 miliar aset klien.
Prediksi Bear Market 35–45% Berawal dari Fase Euforia
Oakley menggunakan kerangka siklus pasar yang dikaitkan dengan Sir John Templeton: bull market lahir dari pesimisme, tumbuh melalui skeptisisme, matang dalam optimisme, lalu berakhir dalam euforia.
Menurut Oakley, pasar pada 2026 sudah berada pada fase euforia. Valuasi tinggi, investor ritel yang semakin aktif, arus dana besar, serta meningkatnya aktivitas penerbitan saham dan utang menjadi sejumlah tanda yang ia perhatikan. Dalam konteks ini, prediksi bear market 35–45% muncul sebagai risiko ketika ekspektasi pasar sudah terlalu tinggi.
Mengapa Prediksi Bear Market 35–45% Tidak Berarti Pasar Langsung Jatuh?
Peringatan tersebut tidak berarti pasar akan langsung ambruk. Oakley justru mengatakan momentum masih dapat mendorong S&P 500 menuju level 8.000 sebelum kondisi berubah.
Menurut perkiraannya, dalam sekitar 15–18 bulan kondisi pasar dapat mulai terlihat jauh kurang cerah. Ia akan terkejut apabila pasar kembali mengalami tahun kelima kenaikan seperti periode sebelumnya.
Dengan demikian, prediksi bear market 35–45% lebih tepat dipahami sebagai skenario risiko daripada jadwal pasti terjadinya kejatuhan pasar.
Mengapa Prediksi Bear Market 35–45% Bisa Terjadi?
Oakley tidak menggambarkan dirinya sebagai seorang “doomer”. Menurutnya, alasan utama untuk berhati-hati adalah valuasi yang sudah sangat tinggi.
Jika multiple kembali ke tingkat yang lebih normal tanpa harus menjadi sangat murah, harga saham tetap dapat turun secara signifikan. Karena banyak investor tidak mempersiapkan skenario tersebut, penurunan besar dapat menjadi kejutan.
Dalam kerangka prediksi bear market 35–45%, normalisasi valuasi menjadi faktor penting. Pasar tidak harus mengalami kehancuran fundamental agar harga saham terkoreksi tajam.
Pengalaman Generasi Investor Menjadi Faktor
Oakley menilai setiap generasi pada akhirnya akan mengalami bear market besar. Ia melihat sebagian investor saat ini terlalu terbiasa dengan pemulihan cepat setelah koreksi.
COVID-19 berlangsung singkat dari perspektif pasar, sedangkan penurunan 2022 juga berlangsung beberapa bulan dan kemudian mendapatkan dukungan kebijakan moneter. Menurut Oakley, pengalaman tersebut membuat banyak investor merasa bahwa setiap penurunan pada akhirnya akan kembali naik.
Karena itu, prediksi bear market 35–45% menjadi peringatan terhadap rasa aman yang berlebihan.
Prediksi Bear Market 35–45% dan Risiko AI
Salah satu perhatian utama Oakley adalah AI, pusat data, dan sektor semikonduktor.
Ia melihat aliran dana besar menuju saham teknologi dan semikonduktor dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, saham seperti Nvidia, AMD, dan Intel memiliki karakteristik yang membuat sektor tersebut rentan terhadap koreksi tajam setelah mengalami kenaikan besar.
AI Bisa Benar, tetapi Valuasinya Tetap Bisa Salah
Ini merupakan salah satu pelajaran terpenting dari prediksi bear market 35–45%.
Oakley tidak mengatakan AI akan gagal. Ia justru mengakui bahwa AI kemungkinan menjadi teknologi penting. Persoalannya adalah investor belum mengetahui secara pasti perusahaan mana yang akhirnya menjadi pemenang dan seberapa besar keuntungan ekonomi yang benar-benar dihasilkan.
Oakley membandingkannya dengan era dot-com. Internet terbukti sangat penting, tetapi banyak asumsi mengenai perusahaan pemenang, investasi infrastruktur, dan valuasi saham pada akhir 1990-an ternyata keliru.
Ia juga mengingatkan pengalaman Cisco. Infrastruktur internet memang dibutuhkan, tetapi pembangunan yang terlalu berlebihan akhirnya membuat ekspektasi pasar harus dikoreksi. Oakley melihat kemungkinan pola serupa terjadi pada AI dan pusat data apabila investasi melampaui hasil ekonomi yang sebenarnya.
Pesan yang dapat diambil adalah sederhana: teknologi yang benar tidak otomatis membuat setiap saham terkait menjadi investasi yang baik.
Valuasi Menjadi Dasar Keputusan Investasi
Bagi Oakley, investor tidak seharusnya membeli aset hanya karena semua orang membelinya.
Ia memberikan contoh Microsoft. Setelah memegang saham tersebut selama hampir 15 tahun pada sejumlah akun, Oxbow mulai menjual ketika perhitungan valuasi menunjukkan bahwa harga saham dinilai tidak lagi didukung fundamental.
Keputusan tersebut tidak didasarkan pada keyakinan bahwa harga pasti jatuh. Oakley mengakui bahwa dirinya juga pernah salah.
Dalam konteks prediksi bear market 35–45%, pendekatan tersebut menunjukkan pentingnya mengetahui kapan sebuah aset menjadi terlalu mahal dan kapan risiko tidak lagi sebanding dengan potensi keuntungan.
Passive Investing dan Risiko Konsentrasi Pasar
Michelle Makori juga mengangkat fenomena passive investing. Dana dalam jumlah besar mengalir otomatis ke indeks, ETF, program pensiun, dan instrumen pasif lainnya.
Karena indeks utama menggunakan bobot kapitalisasi pasar, perusahaan yang semakin besar mendapatkan bobot lebih besar. Arus dana baru kemudian semakin banyak mengalir menuju perusahaan tersebut.
Selama arus dana terus masuk, mekanisme tersebut dapat membantu menopang pasar. Namun, jika arus tersebut berbalik, tekanan jual juga dapat menjadi sangat kuat.
Oakley juga mengingatkan bahwa membeli indeks tidak selalu berarti portofolio benar-benar tersebar merata. Konsentrasi pada perusahaan terbesar membuat investor dapat memiliki eksposur yang lebih besar terhadap sejumlah saham daripada yang mereka sadari.
Karena itu, prediksi bear market 35–45% tidak hanya berkaitan dengan perusahaan teknologi. Struktur pasar dan perilaku investor juga menjadi bagian dari risiko.
Strategi Oakley: Likuiditas dan Aset Keras
Ketika ditanya tentang posisi portofolio, Oakley menjelaskan bahwa strategi utama Oxbow yang berkaitan dengan saham memiliki sekitar 45–50% pada Treasury jangka pendek dengan jatuh tempo kurang dari dua tahun.
Selain itu, mereka memiliki emas, perak, perusahaan tambang, energi, dan sekitar 40 saham dari berbagai industri yang dipilih berdasarkan pertimbangan fundamental.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa menghadapi risiko pasar bukan berarti harus meninggalkan seluruh investasi. Likuiditas justru memberikan ruang untuk bertahan ketika harga turun dan kesempatan membeli ketika valuasi menjadi lebih menarik.
Emas dalam Skenario Bear Market
Oakley memberikan posisi khusus kepada emas. Ia tidak menganggap emas harus mengalahkan S&P 500 setiap tahun.
Bagi Oakley, emas lebih tepat dipandang sebagai perlindungan terhadap pelemahan mata uang dan penyimpan nilai dalam kondisi ekstrem.
Dalam pandangannya, emas dan perak masih berada pada tahap awal perjalanan, terutama perusahaan tambang emas. Ia memperkirakan titik rendah emas sekitar US$4.000 kemungkinan sudah terbentuk, meskipun tetap mengakui harga dapat kembali turun.
Dalam konteks prediksi bear market 35–45%, emas bukan diposisikan sebagai pengganti saham, tetapi sebagai salah satu komponen diversifikasi.
Perak dan Tembaga
Oakley mengatakan Oxbow menjual perak ketika harganya naik sangat tinggi, kemudian kembali membeli setelah harga mengalami penurunan. Ia melihat perak berpotensi mengikuti emas, tetapi porsinya lebih kecil dibandingkan emas.
Untuk tembaga, Oxbow masih memiliki Freeport-McMoRan dan Southern Copper, tetapi belum banyak menambah posisi karena harga tembaga sudah tinggi.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa tidak semua aset keras harus diperlakukan dengan cara yang sama.
Utang AS dan Ancaman Stagflasi
Di balik pandangan terhadap aset keras terdapat kekhawatiran mengenai utang pemerintah Amerika Serikat.
Oakley menyebut beban utang sekitar US$40 triliun dan melihat meningkatnya kewajiban pemerintah sebagai masalah jangka panjang. Ia menilai penghematan ekstrem atau austerity akan sulit dilakukan tanpa risiko terhadap perekonomian.
Karena itu, ia memperkirakan kemungkinan terjadinya “stealth inflation”, yaitu inflasi yang berlangsung secara perlahan dan terus menggerus daya beli.
Oakley bahkan memperkirakan periode stagflasi selama sekitar 8–10 tahun.
Jika prediksi bear market 35–45% terjadi bersamaan dengan inflasi berkepanjangan, tantangan investor menjadi lebih kompleks karena penurunan nilai aset dapat terjadi bersamaan dengan tekanan terhadap daya beli.
Uranium, Energi, dan Mineral Kritis
Oakley melihat peluang lain pada uranium dan mineral kritis karena adanya ketidakseimbangan pasokan dan permintaan.
Ia memberikan contoh bahwa Amerika Serikat menggunakan sekitar 50 juta pon uranium per tahun, sementara produksi domestiknya hanya sekitar 2,5–3 juta pon. Menurutnya, ketimpangan seperti ini dapat menciptakan peluang apabila permintaan terus meningkat.
Untuk energi, Oakley memperkirakan minyak dapat berada pada kisaran US$65–85 per barel. Ia menilai perusahaan energi tetap dapat menghasilkan keuntungan pada sekitar US$75 sehingga harga minyak tidak harus mencapai US$100 agar sektor tersebut menarik.
Namun, resesi besar tetap menjadi risiko bagi energi karena perlambatan ekonomi dapat menurunkan konsumsi.
Prediksi Bear Market 35–45% dan Dampaknya bagi Indonesia
Jika prediksi bear market 35–45% benar-benar terjadi, dampaknya dapat merambat melalui pasar global, perubahan sentimen investor, arus modal, nilai tukar, dan harga komoditas. “Jika prediksi bear market 35–45% Ted Oakley benar-benar terjadi, Indonesia kemungkinan tidak sepenuhnya kebal. Namun, IHSG tidak otomatis turun sebesar pasar Amerika. Dampaknya akan sangat bergantung pada penyebab kejatuhan AS. Jika hanya berupa normalisasi valuasi saham teknologi, tekanan terhadap Indonesia mungkin lebih terbatas. Sebaliknya, jika berubah menjadi resesi global atau krisis keuangan, risiko terhadap IHSG, rupiah, arus modal, ekspor, dan harga komoditas akan jauh lebih besar.”
Namun, dampaknya terhadap Indonesia tidak otomatis sama dengan Amerika Serikat. Kondisi ekonomi domestik, kebijakan pemerintah, rupiah, sektor komoditas, dan sistem keuangan nasional akan ikut menentukan respons Indonesia.
Karena itu, masyarakat Indonesia sebaiknya tidak mencoba menebak tanggal jatuhnya pasar. Yang lebih penting adalah memperkuat daya tahan keuangan sebelum kondisi memburuk.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan Rakyat Indonesia?
Dalam skenario prediksi bear market 35–45%, rumah tangga sebaiknya memiliki cadangan likuiditas, mengendalikan utang, menjaga sumber pendapatan, dan menghindari konsentrasi aset pada satu instrumen.
Investasi juga perlu dipahami berdasarkan karakter risikonya. Emas, saham, properti, komoditas, dan instrumen pendapatan tetap memiliki fungsi serta risiko yang berbeda.
Tujuan akhirnya bukan menghindari semua risiko, karena hal tersebut hampir tidak mungkin. Tujuannya adalah memastikan satu kejadian buruk tidak menghancurkan seluruh kondisi keuangan.
Anjuran dan Larangan Jika Skenario Oakley Terjadi
Jika kita menganggap prediksi bear market 35–45% benar, persiapan terbaik bukan kepanikan, melainkan disiplin dan kemampuan bertahan.
Anjuran yang harus dilaksanakan ✔️
✔️ Anjuran pertama: Diversifikasikan aset agar kekayaan tidak bergantung pada satu kelas aset atau sektor.
✔️ Anjuran kedua: Bangun likuiditas yang memadai agar tidak terpaksa menjual investasi ketika harga jatuh.
✔️ Anjuran ketiga: Kendalikan utang, terutama utang berbunga tinggi yang dapat mengganggu arus kas.
✔️ Anjuran keempat: Pelajari aset keras seperti emas, energi, komoditas, mineral kritis, dan real estat sebagai bagian dari diversifikasi.
✔️ Anjuran kelima: Gunakan periode penurunan untuk mengevaluasi fundamental dan mencari aset yang harganya kembali rasional.
Larangan yang harus dihindari ❌
❌ Larangan pertama: Jangan menjual seluruh investasi hanya karena takut terhadap prediksi bear market 35–45%.
❌ Larangan kedua: Jangan menggunakan leverage berlebihan untuk mengejar keuntungan ketika pasar sedang euforia.
❌ Larangan ketiga: Jangan menganggap setiap penurunan otomatis menjadi kesempatan “buy the dip”.
❌ Larangan keempat: Jangan menganggap emas, perak, saham, properti, atau komoditas pasti naik dalam semua kondisi.
❌ Larangan kelima: Jangan mencoba menentukan titik tertinggi dan terendah pasar secara presisi.
Kesimpulan
Prediksi bear market 35–45% Ted Oakley merupakan sebuah skenario risiko, bukan kepastian mengenai masa depan pasar. Oakley melihat pasar saham AS berada dalam fase euforia, dengan valuasi tinggi, konsentrasi pasar, arus investasi pasif, serta ekspektasi besar terhadap AI dan pusat data. Ia memperkirakan dalam sekitar 15–18 bulan dapat muncul perubahan kondisi yang lebih serius dan membuka kemungkinan bear market generasional.
Yang menarik, Oakley tidak menyarankan investor meninggalkan pasar sepenuhnya. Ia menekankan pentingnya likuiditas, valuasi yang masuk akal, dan diversifikasi ke berbagai kelas aset. Strategi yang ia jelaskan mencakup Treasury jangka pendek, saham berbasis fundamental, emas, perak, perusahaan tambang, energi, serta aset keras lainnya.
Bagi rakyat Indonesia, pesan terpenting dari prediksi bear market 35–45% adalah membangun ketahanan sebelum krisis datang. Cadangan dana, utang terkendali, pendapatan yang sehat, serta portofolio yang tidak terlalu terkonsentrasi dapat memberikan ruang untuk bertahan ketika pasar global mengalami tekanan.
Pada akhirnya, prediksi bear market 35–45% tidak perlu menjadi alasan untuk panik. Peringatan tersebut lebih berguna sebagai alat untuk menguji apakah kondisi keuangan kita sudah cukup kuat menghadapi siklus ekonomi yang berbeda.
Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi. Silakan tinjau disclaimer lengkap kami: https://nalarglobal.com/en/disclaimer/ sebelum menerapkan informasi apa pun.
Frequently Asked Questions
1. Apa prediksi bear market 35–45% Ted Oakley?
Ted Oakley memperkirakan pasar saham AS pada akhirnya dapat mengalami bear market generasional dengan penurunan sekitar 35–45%. Ia mengaitkannya dengan valuasi yang sangat tinggi dan kemungkinan ekspektasi terhadap AI serta pusat data tidak sesuai kenyataan.
2. Kapan bear market tersebut diperkirakan terjadi?
Oakley menyebut sekitar 15–18 bulan dari wawancara Agustus 2026 sebagai rentang ketika kondisi pasar dapat mulai berubah secara signifikan. Ia tidak memberikan tanggal pasti.
3. Apakah pasar akan langsung jatuh 35–45%?
Tidak ada pernyataan bahwa penurunan tersebut akan terjadi secara langsung. Oakley bahkan mengatakan pasar masih dapat naik sebelum akhirnya berbalik arah.
4. Mengapa AI dianggap berisiko?
Masalahnya bukan keberadaan AI, tetapi kemungkinan investasi, ekspektasi, dan valuasi perusahaan terkait sudah terlalu tinggi dibandingkan hasil ekonomi yang nantinya diperoleh.
5. Apakah Nvidia, AMD, dan Intel pasti jatuh?
Tidak. Oakley menyebut saham tersebut ketika menjelaskan risiko sektor semikonduktor. Pernyataannya merupakan pandangan mengenai risiko, bukan kepastian harga saham akan turun.
6. Mengapa Oakley menyukai emas?
Ia memandang emas sebagai perlindungan terhadap pelemahan mata uang dan penyimpan nilai dalam kondisi ekstrem, bukan sekadar aset untuk mengalahkan saham.
7. Apakah emas pasti naik?
Tidak. Oakley menilai titik rendah emas kemungkinan sudah terbentuk, tetapi tetap mengakui harga dapat turun kembali dan mencetak titik rendah baru.
8. Bagaimana pandangan Oakley terhadap perak?
Oxbow menjual perak setelah kenaikan besar kemudian kembali membeli setelah harga turun. Oakley melihat perak berpotensi mengikuti emas, tetapi porsinya lebih kecil.
9. Mengapa uranium menarik perhatian?
Oakley melihat ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan uranium. Ia menyebut konsumsi AS sekitar 50 juta pon per tahun dibandingkan produksi domestik sekitar 2,5–3 juta pon.
10. Apa pelajaran terpenting bagi investor Indonesia?
Jangan menggantungkan seluruh kekayaan pada satu kelas aset. Jika skenario prediksi bear market 35–45% terjadi, likuiditas, utang terkendali, diversifikasi, dan kemampuan mempertahankan daya beli akan menjadi semakin penting.
Ringkasan
Prediksi bear market 35–45% Ted Oakley berangkat dari kekhawatirannya terhadap pasar saham AS yang menurutnya telah memasuki fase euforia. Valuasi tinggi, arus dana besar, konsentrasi pasar, passive investing, dan optimisme terhadap AI menjadi sejumlah faktor yang membuatnya berhati-hati. Ia memperkirakan dalam sekitar 15–18 bulan kondisi pasar dapat berubah dan membuka kemungkinan bear market generasional dengan penurunan sekitar 35–45%.
Risiko utama yang ia soroti adalah AI, pusat data, dan semikonduktor. Menurut Oakley, teknologi AI dapat benar-benar penting, tetapi investor belum mengetahui perusahaan mana yang akhirnya menjadi pemenang dan apakah valuasi saat ini dapat dipertahankan. Ia menggunakan pengalaman era dot-com sebagai pembanding ketika teknologi yang benar tetap menghasilkan valuasi dan ekspektasi yang terlalu tinggi.
Oakley juga melihat masalah struktural yang lebih panjang, terutama utang AS dan kemungkinan inflasi berkepanjangan. Ia memperkirakan stagflasi dapat berlangsung sekitar 8–10 tahun dan karena itu menilai aset keras seperti emas, perak, energi, mineral kritis, uranium, dan real estat layak diperhatikan sebagai bagian dari diversifikasi.
Strategi yang ia jelaskan bukanlah keluar sepenuhnya dari pasar. Oxbow mempertahankan likuiditas melalui Treasury jangka pendek, sekaligus memiliki saham berbasis fundamental dan aset keras. Bagi investor Indonesia, inti prediksi bear market 35–45% adalah pentingnya kesiapan, bukan kepanikan. Dana cadangan, utang terkendali, pendapatan yang sehat, dan diversifikasi dapat memberikan lebih banyak pilihan ketika siklus ekonomi berubah.
Meta Description: Prediksi bear market 35–45% Ted Oakley menyoroti valuasi saham, risiko AI, utang AS, stagflasi, emas, dan strategi menghadapi ketidakpastian.
Referensi
YouTube
Narasumber: Ted Oakley — CFA, Certified Financial Planner, Founder & Managing Partner Oxbow Advisors, dengan pengalaman lebih dari empat dekade dalam investasi, wealth preservation, dan intergenerational wealth.
Pewawancara: Michelle Makori — President & Editor-in-Chief Miles Franklin Media.
Judul video: Generational Bear Market Ahead, 35–45% Drop; Gold in ‘Early Innings’ | Ted Oakley & Michelle Makori
Tanggal publikasi: 20 Agustus 2026.
Video: https://www.youtube.com/watch?v=MevpDM_Sih8






- Penulis: Ted Oakley
- Editor: TRS
- Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=MevpDM_Sih8&utm_source=chatgpt.com

Saat ini belum ada komentar