China Membeli Emas: 7 Fakta Mengejutkan di Balik Lonjakan Cadangan Emas China
- account_circle David S. McAlvany
- calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

China Membeli Emas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mengapa China membeli emas selama 22 bulan berturut-turut meskipun harga emas terus meningkat?
Jawaban Cepat
China membeli emas selama 22 bulan berturut-turut hingga September 2026. Dalam pembahasan David S. McAlvany, pembelian tetap berlangsung ketika harga emas naik, sementara kepemilikan US Treasury China menurun. Riset Metals Focus yang dibahas dalam video juga memperkirakan cadangan emas China mungkin lebih besar daripada angka resmi, meskipun estimasi tersebut bukan konfirmasi resmi pemerintah China.
China Membeli Emas Saat Harga Justru Naik
Ketika harga sebuah aset meningkat tajam, logika sederhana mengatakan pembeli seharusnya menunggu koreksi. Namun pola yang dibahas dalam McAlvany Weekly Commentary menunjukkan sesuatu yang berbeda: China membeli emas secara konsisten, bahkan ketika harga berada pada tingkat tinggi.
Pada 16 September 2026, David S. McAlvany, CEO McAlvany Financial Group, membahas pembelian emas China yang telah berlangsung selama 22 bulan berturut-turut. Dalam pembahasan tersebut disebutkan bahwa pembelian tetap berjalan meskipun harga meningkat.
Seminggu kemudian, pada 23 September 2026, pembahasan berkembang menjadi pertanyaan yang lebih besar: apakah jumlah emas yang sebenarnya dimiliki China jauh lebih besar daripada angka yang dilaporkan secara resmi?
Pertanyaan ini penting karena emas mempunyai karakter berbeda dari surat utang. Emas tidak merupakan kewajiban pembayaran dari penerbit tertentu sehingga dapat menjadi salah satu instrumen diversifikasi cadangan ketika risiko fiskal dan geopolitik meningkat.
China Membeli Emas Selama 22 Bulan Berturut-Turut
Pembelian Tetap Berlanjut Meski Harga Naik
Dalam episode 16 September 2026 disebutkan bahwa China telah memasuki bulan ke-22 berturut-turut dalam pembelian emas. Data yang dibahas menunjukkan pembelian sekitar 20 ton pada Juli dan sekitar 650.000 troy ounce pada Agustus. Angka Agustus disebut sebagai pembelian bulanan terbesar sejak 2023.
Pola tersebut menarik karena China membeli emas bukan hanya ketika harga sedang murah. Narasumber menggambarkan China sebagai pembeli yang tampaknya lebih berfokus pada memperoleh jumlah emas daripada menunggu harga turun.
Namun, interpretasi mengenai motif tersebut tetap merupakan pandangan narasumber. Data pembelian dan dugaan strategi cadangan perlu dipisahkan agar pembaca tidak menganggap interpretasi sebagai pernyataan resmi pemerintah China.
Bukan Hanya China yang Menambah Emas
Fenomena China membeli emas juga muncul dalam konteks pembelian bank sentral secara global. Dalam pembahasan yang sama, angka World Gold Council yang dikutip dalam video menyebutkan pembelian sekitar 289 ton selama tiga bulan hingga Juni 2026.
Angka tersebut disebut sebagai pembelian kuartal II terbesar yang pernah tercatat. Dengan demikian, China membeli emas sebagai bagian dari fenomena yang lebih luas, yaitu meningkatnya perhatian bank sentral terhadap emas sebagai aset cadangan.
Survei World Gold Council yang dikutip dalam video juga menyebutkan 45% bank sentral yang disurvei memperkirakan akan menambah kepemilikan emas dalam 12 bulan berikutnya. Sebanyak 74% responden memperkirakan akan mengurangi aset berdenominasi dolar dalam lima tahun mendatang.
Angka survei tersebut bukan berarti semua bank sentral sedang meninggalkan dolar. Data tersebut hanya menggambarkan ekspektasi responden pada periode penelitian.
Mengapa China Membeli Emas?
Diversifikasi Cadangan Menjadi Salah Satu Petunjuk
Salah satu penjelasan yang masuk akal dari pola China membeli emas adalah diversifikasi cadangan. Dalam episode 23 September 2026, pembahasan mengaitkan pembelian emas dengan penurunan kepemilikan US Treasury China.
Dalam video tersebut disebutkan bahwa kepemilikan Treasury China pernah mencapai sekitar US$1,3 triliun dan kemudian turun menjadi sekitar US$618 miliar. Pada Juli juga disebutkan likuidasi Treasury China sekitar US$15,4 miliar.
Perubahan tersebut dapat dilihat sebagai bagian dari pengelolaan cadangan yang lebih beragam. Tetapi menjual Treasury tidak otomatis berarti seluruh dana hasil penjualan dipindahkan ke emas. Cadangan negara dapat ditempatkan pada berbagai aset dan mata uang.
Karena itu, China membeli emas sebaiknya dipahami sebagai salah satu bagian dari perubahan komposisi cadangan, bukan bukti bahwa setiap dolar Treasury yang dijual langsung berubah menjadi emas.
Mengapa Emas Menarik bagi Bank Sentral?
Emas mempunyai karakteristik yang berbeda dari surat utang pemerintah. Treasury merupakan kewajiban penerbitnya, sedangkan emas tidak memiliki penerbit yang harus membayar bunga atau pokok.
Karakter tersebut membuat emas mempunyai fungsi khusus dalam cadangan negara. Ketika ketidakpastian meningkat, bank sentral dapat mempertimbangkan aset yang tidak bergantung langsung pada kemampuan fiskal negara penerbit.
Dalam konteks ini, China membeli emas dapat dipahami sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko. Namun kita tidak dapat menyimpulkan satu-satunya alasan tanpa pernyataan resmi dari otoritas China.
Apakah Cadangan Emas China Sebenarnya Lebih Besar?
Riset Metals Focus Memunculkan Pertanyaan Besar
Bagian paling menarik dari episode 23 September 2026 adalah pembahasan penelitian Metals Focus mengenai permintaan emas resmi China selama sekitar satu dekade.
Dalam pembahasan tersebut, angka resmi yang disebut untuk akhir 2025 berada sekitar 2.836 ton. Setelah ditambahkan sekitar 80 ton pembelian pada 2026, penelitian yang dibahas memperkirakan jumlah aktual dapat mendekati 3.862 ton.
Perbedaan itu sangat besar. Estimasi tersebut diperoleh dengan membandingkan impor emas selama sekitar sepuluh tahun dengan permintaan akhir yang dapat diidentifikasi, termasuk emas untuk investasi dan perhiasan.
Jika emas yang masuk lebih banyak daripada yang dapat dijelaskan oleh penggunaan tersebut, muncul pertanyaan mengenai ke mana selisihnya pergi. Salah satu asumsi yang dibahas adalah bahwa sebagian emas tersebut mungkin masuk ke cadangan resmi tetapi belum tercermin dalam angka yang dilaporkan.
Penting untuk menegaskan kembali: estimasi 3.862 ton bukan angka resmi yang telah dikonfirmasi pemerintah China. Ini adalah hasil penelitian yang dibahas oleh narasumber dan harus diperlakukan sebagai estimasi.
Dengan demikian, China membeli emas memang didukung oleh data pembelian yang dibahas, sedangkan dugaan mengenai besarnya cadangan sebenarnya masih berada pada wilayah estimasi penelitian.
China Membeli Emas dan Mengurangi US Treasury
Pergeseran Cadangan Berlangsung dalam Jangka Panjang
Hubungan antara emas dan US Treasury menjadi salah satu bagian penting dari cerita ini. Dalam pembahasan 23 September, penurunan kepemilikan Treasury China ditempatkan berdampingan dengan pembelian emas yang terus berlangsung.
Jika suatu negara mengurangi sebagian aset berbasis dolar sekaligus meningkatkan emas, perubahan tersebut dapat dibaca sebagai diversifikasi. Tetapi sekali lagi, tidak tepat menyatakan seluruh dana Treasury dialihkan menjadi emas tanpa data yang menunjukkan aliran tersebut.
China membeli emas juga tidak berarti China berhenti menggunakan dolar. Dolar tetap mempunyai peran besar dalam perdagangan dan sistem keuangan internasional.
Istilah yang lebih tepat adalah diversifikasi cadangan. Strategi seperti ini memungkinkan sebuah negara mengurangi ketergantungan pada satu jenis aset tanpa harus meninggalkan aset tersebut sepenuhnya.
Apakah China Sedang Meninggalkan Dolar?
De-Dolarisasi Perlu Dipahami Secara Hati-Hati
Istilah de-dolarisasi sering muncul ketika membahas China membeli emas. Namun istilah tersebut tidak boleh digunakan secara berlebihan.
Data yang dibahas memang menunjukkan penurunan kepemilikan US Treasury dan meningkatnya pembelian emas. Tetapi hal itu tidak membuktikan bahwa China akan meninggalkan dolar secara total.
Bahkan dalam sistem keuangan global, dolar masih mempunyai fungsi penting. Karena itu, perubahan komposisi cadangan lebih tepat dipahami sebagai upaya mengurangi konsentrasi risiko.
China membeli emas dapat menjadi salah satu indikator perubahan tersebut, tetapi bukan satu-satunya indikator.
Apa Dampaknya terhadap Harga Emas?
Pembelian Bank Sentral Menjadi Sumber Permintaan
China membeli emas dalam jumlah besar dapat menambah permintaan struktural di pasar, terutama jika pola tersebut berlangsung dalam jangka panjang. Namun harga emas tidak hanya ditentukan oleh pembelian bank sentral.
Suku bunga, imbal hasil riil, nilai dolar, inflasi, arus investasi, likuiditas, kondisi ekonomi, dan geopolitik semuanya dapat memengaruhi harga.
Bahkan dalam skenario konflik besar, harga emas dapat turun terlebih dahulu karena investor membutuhkan likuiditas. Dalam pembahasan McAlvany, Rusia yang membutuhkan pendanaan perang digunakan sebagai contoh hipotetis bahwa emas dapat mengalami tekanan jual sebelum investor kembali mencari aset logam mulia.
Karena itu, China membeli emas tidak boleh diterjemahkan menjadi jaminan bahwa harga emas akan selalu naik.
Mengapa Harga Bisa Naik Bersama Suku Bunga?
Pembahasan 16 September juga mengangkat pertanyaan menarik mengenai kemungkinan emas naik ketika suku bunga meningkat. Dalam sistem keuangan yang sehat, kenaikan imbal hasil riil dapat meningkatkan biaya peluang memegang emas.
Namun jika kondisi fiskal dianggap tidak sehat dan risiko inflasi atau utang meningkat, hubungan tersebut dapat menjadi lebih kompleks. Investor dapat menilai emas berdasarkan fungsi perlindungan terhadap risiko, bukan hanya berdasarkan perbandingan dengan imbal hasil obligasi.
China membeli emas dalam kondisi seperti itu menunjukkan bahwa keputusan bank sentral tidak selalu sama dengan keputusan investor ritel.
Apa Artinya bagi Rakyat Indonesia?
Jangan Hanya Melihat Harga Emas Hari Ini
Bagi masyarakat Indonesia, pelajaran utama dari China membeli emas bukanlah ajakan untuk membeli emas sebanyak mungkin. Strategi bank sentral berbeda dengan strategi rumah tangga.
Keluarga perlu memperhitungkan dana darurat, kebutuhan sehari-hari, utang, pendapatan, dan tujuan keuangan sebelum memilih aset.
China membeli emas memberikan contoh bahwa diversifikasi dapat menjadi pertimbangan penting ketika kondisi global berubah. Namun setiap keluarga mempunyai kebutuhan dan tingkat risiko yang berbeda.
Anjuran yang harus dilaksanakan✔️
✔️ Pahami emas sebagai salah satu bagian dari diversifikasi aset keluarga.
✔️ Pastikan dana kebutuhan pokok dan dana darurat tetap tersedia sebelum membeli emas.
✔️ Bandingkan harga beli, spread, biaya penyimpanan, dan kemudahan menjual kembali.
✔️ Simpan bukti pembelian dan pilih emas dengan sumber serta keaslian yang dapat diverifikasi.
✔️ Ikuti perkembangan inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan kebijakan bank sentral secara berkala.
Larangan yang harus dihindari ❌
❌ Jangan menganggap China membeli emas sebagai jaminan bahwa harga emas pasti terus naik.
❌ Jangan membeli emas dengan utang hanya karena takut ketinggalan kenaikan harga.
❌ Jangan menggunakan seluruh tabungan keluarga untuk satu jenis aset.
❌ Jangan mempercayai estimasi cadangan emas tanpa melihat metodologi dan sumber penelitiannya.
❌ Jangan mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan potongan video, judul sensasional, atau komentar media sosial.
Kesimpulan
China membeli emas selama 22 bulan berturut-turut menjadi fenomena penting yang layak diperhatikan dalam perkembangan pasar emas global. Pembahasan David S. McAlvany menunjukkan bahwa pembelian tetap berlangsung meskipun harga emas meningkat, termasuk pembelian sekitar 20 ton pada Juli dan sekitar 650.000 troy ounce pada Agustus 2026.
Fenomena tersebut menjadi semakin menarik karena terjadi bersamaan dengan penurunan kepemilikan US Treasury China. Dalam video 23 September 2026, kepemilikan Treasury China disebut turun dari sekitar US$1,3 triliun menjadi sekitar US$618 miliar.
Pada saat yang sama, penelitian Metals Focus yang dibahas dalam program tersebut memperkirakan kepemilikan emas China mungkin mencapai sekitar 3.862 ton, lebih tinggi daripada angka resmi yang dihitung sekitar 2.916 ton setelah memperhitungkan pembelian 2026. Namun estimasi tersebut bukan angka resmi yang telah dikonfirmasi pemerintah China.
Bagi rakyat Indonesia, pelajaran dari China membeli emas bukan berarti harus meniru komposisi cadangan sebuah negara. Yang lebih penting adalah memahami fungsi diversifikasi, menjaga likuiditas, menghindari utang untuk investasi, dan tidak mengambil keputusan berdasarkan euforia.
China membeli emas menunjukkan bahwa emas tetap mempunyai tempat dalam pembicaraan mengenai cadangan dan ketidakpastian global. Tetapi emas tetap memiliki risiko harga, sehingga keputusan keuangan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing. “Pembelian emas China memperkuat fondasi permintaan emas dalam jangka panjang, tetapi tidak menghilangkan risiko koreksi harga dalam jangka pendek.”
Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi. Silakan tinjau disclaimer lengkap kami sebelum menerapkan informasi apa pun.
Frequently Asked Questions
1. Mengapa China membeli emas selama 22 bulan berturut-turut?
Data yang dibahas menunjukkan pembelian emas China tetap berlangsung meskipun harga emas meningkat. Narasumber mengaitkannya dengan strategi diversifikasi cadangan dan kebutuhan memperoleh emas dalam jumlah tertentu.
2. Apakah China benar-benar memiliki lebih banyak emas daripada angka resmi?
Ada penelitian Metals Focus yang dibahas dalam video dan memperkirakan kepemilikan aktual China lebih tinggi daripada angka resmi. Namun angka tersebut merupakan estimasi penelitian, bukan konfirmasi resmi pemerintah China.
3. Berapa lama China membeli emas?
Dalam video 16 September 2026 disebutkan bahwa pembelian telah berlangsung selama 22 bulan berturut-turut.
4. Apakah China sedang meninggalkan dolar?
Belum dapat disimpulkan demikian. Data yang dibahas menunjukkan penurunan kepemilikan US Treasury dan peningkatan emas, tetapi kondisi tersebut lebih tepat disebut diversifikasi cadangan.
5. Mengapa bank sentral membeli emas?
Emas dapat menjadi salah satu aset cadangan yang membantu diversifikasi karena tidak merupakan kewajiban langsung dari penerbit seperti surat utang.
6. Apakah pembelian China pasti membuat harga emas naik?
Tidak. Harga emas dipengaruhi banyak faktor, termasuk suku bunga, dolar, inflasi, arus investasi, likuiditas, ekonomi, dan geopolitik.
7. Apakah emas bisa turun meskipun China terus membeli?
Bisa. Dalam kondisi tekanan pasar, investor dapat menjual emas untuk memperoleh likuiditas meskipun permintaan bank sentral tetap ada.
8. Apakah masyarakat Indonesia perlu meniru strategi China?
Tidak secara otomatis. Strategi bank sentral berbeda dengan strategi keuangan rumah tangga sehingga keputusan harus disesuaikan dengan tujuan dan kemampuan masing-masing.
9. Apa risiko membeli emas?
Risikonya mencakup fluktuasi harga, spread harga beli dan jual, biaya penyimpanan, serta risiko membeli produk yang keaslian atau sumbernya tidak jelas.
10. Apa pelajaran terbesar dari fenomena China membeli emas?
Pelajaran utamanya adalah pentingnya memahami diversifikasi dan tidak hanya melihat pergerakan harga jangka pendek. Pembelian emas China perlu dilihat bersama perkembangan ekonomi dan moneter global.
RINGKASAN
China membeli emas selama 22 bulan berturut-turut menjadi salah satu fenomena menarik dalam pasar emas global pada 2026. Dalam pembahasan David S. McAlvany, pembelian tersebut tetap berlangsung meskipun harga emas meningkat. Pada Juli disebutkan pembelian sekitar 20 ton, sementara pembelian Agustus mencapai sekitar 650.000 troy ounce.
Yang membuat fenomena ini semakin menarik adalah dugaan bahwa jumlah emas China sebenarnya lebih besar daripada angka resmi. Penelitian Metals Focus yang dibahas dalam episode 23 September membandingkan impor emas selama sekitar satu dekade dengan permintaan yang dapat diidentifikasi melalui investasi dan perhiasan.
Dari perbedaan tersebut muncul estimasi bahwa kepemilikan emas China dapat mencapai sekitar 3.862 ton. Namun angka tersebut merupakan estimasi penelitian, bukan angka resmi pemerintah China.
Pada saat yang sama, kepemilikan US Treasury China disebut telah turun dari sekitar US$1,3 triliun menjadi sekitar US$618 miliar. Kombinasi pengurangan Treasury dan peningkatan emas dapat dibaca sebagai bagian dari diversifikasi cadangan, meskipun tidak berarti seluruh Treasury yang dijual dialihkan menjadi emas.
China membeli emas juga terjadi dalam konteks meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral secara global. Data World Gold Council yang dikutip dalam video menunjukkan pembelian 289 ton selama tiga bulan hingga Juni 2026, sementara 45% bank sentral yang disurvei memperkirakan akan menambah emas dalam 12 bulan berikutnya.
Bagi rakyat Indonesia, pelajaran utamanya bukan sekadar mengejar kenaikan harga emas. Yang lebih penting adalah memahami fungsi emas sebagai salah satu instrumen diversifikasi, menjaga dana kebutuhan pokok, menghindari utang untuk investasi, serta memeriksa sumber informasi sebelum mengambil keputusan.
Fenomena China membeli emas menunjukkan bahwa perubahan pengelolaan cadangan dapat berlangsung perlahan dan tidak selalu terlihat dari satu data saja. Karena itu, masyarakat perlu melihat tren secara menyeluruh dan tetap mempertimbangkan risiko sebelum membuat keputusan keuangan.
Meta Description: China membeli emas selama 22 bulan berturut-turut. Simak 7 fakta penting tentang cadangan emas China, US Treasury, diversifikasi, dan dampaknya.
REFERENSI
YouTube
• David S. McAlvany — CEO McAlvany Financial Group — China’s 22 Month Gold Buying Streak — 16 September 2026.
• David S. McAlvany — CEO McAlvany Financial Group — China Has Been Buying a Lot More Gold Than They Say — 23 September 2026.
- Penulis: David S. McAlvany
- Editor: TRS
- Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=xeo8uCnPcWo

Saat ini belum ada komentar